Search This Blog

Thursday, March 27, 2025

Ideologi Anomalisme

Bukan kiri, bukan kanan namun inilah ideologi baru yaitu Anomalisme. Tidak seperti kapitalisme yang lebih menekankan kepada kemandirian individu dalam bernegara, tidak seperti sosialisme yang menekankan persamaan rasa individu dalam bernegara. Konsepnya ingin mengambil sisi baik dari kapitalisme dan sosialisme, namun malah sebaliknya muncul ideologi baru yang disebut anomalisme dimana pelaksanaan di lapangan malah sisi buruk kapitalisme dan sosialisme ditonjolkan. Ideologi ini memang tidak pernah di katakan secara terbuka oleh beragam negara dunia namun pelaksanaannya dapat dirasakan dampaknya pada masyarakatnya dan pemerintahannya.

Pemerintahan yang korup dan oligarki, masyarakat yang susah di atur adalah hal lumrah bagi negeri penganut ideologi anomalisme. Ketidaksingkronan ini terjadi karena adanya mental iri hati dari setiap individu baik pemimpin maupun rakyatnya yaitu tidak senang melihat orang lain bahagia. Sebuah negeri akan terus terpuruk dan hancur secara perlahan bila menganut ideologi ini. Ideologi ini lebih berbahaya daripada bahaya laten ideologi-ideologi yang sering bertentangan satu sama lain. Pelaksanaan ideologi ini memang tidak pernah diakui oleh negeri manapun, namun perilakunya dapat dirasakan pada ke khawatiran pemerintah dan masyarakatnya akan kehancuran negeri sendiri. Ideologi Anomali merupakan sebuah parasit ideologi tersembunyi dalam sebuah negeri dimana mereka berlindung atas nama rakyat namun memiliki kebijakan yang menyusahkan dan ditentang rakyatnya.

Dalam negeri penganut anomalisme hutang luar negeri yang terus membengkak, defisit anggaran, penarikan pajak yang menyiksa masyarakat, anti kritik pemimpinnya meski kau cari makan sendiri sudah biasa. eksploitasi isi perut bumi untuk kepentingan segelintir orang bahkan kerusakan alam yang dimana masyarakat memanfaatkaannya untuk berbuat nista merupakan hal yang lumrah. Contoh: kau adalah seorang sopir barang logistik yang kau bawa adalah produk penting untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti telur misalnya, kemudian kau mengalami kecelakaan truck yang kau bawa terbalik karena oleng disana kau hanya bisa pasrah melihat barang bawaanmu tadi di jarah oleh penduduk setempat, bahkan kalau kau mengalami kesialan lebih parah lagi ibarat jatuh tertimpa tangga dompet dan handphone yang kau bawa ikut hilang kemana. Kau pingsan, Setelah sadar dari pingsan kau sudah berada di rumah sakit besoknya kau diminta pertanggungjawaban dari perusahaan karena di anggap kelalaian mu. Hal seperti itu adalah contoh gambaran negeri dengan ideologi anomalisme dimana yang kuat adalah si pemenang, seperti hukum rimba namun dalam bentuk modern dengan sistem

Tuesday, March 11, 2025

Sebuah Dongeng : Hidup di Negeri Anomali

 Ini cerita tentang sebuah negeri, bagaimana kehidupan pemimpin dan rakyaknya yang penuh anomali. kisah ini hanyalah sebuah fiksi belaka apabila ada kejadian yang sama maupun serupa dengan kenyataan yang ada kemungkinan itu semua adalah persepsi para pembaca. dimulai dari kehidupan di sebuah negeri, negeri anomali...

di negeri anomali kau tak bisa banyak bicara mengkritik pemimpin mu karena dianggap menentang pemerintahan resmi namun kau tetap mencari makan sendiri. segala bentuk regulasi dan tata kelola negeri antah berantah ini sangatlah kacau, tidak hanya pemerintahan yang bermasalah dengan ragam kasus korupsinya, rakyatnya sendiri pun juga penuh anomali. Negeri ini tak butuh orang pintar, jujur dan berdedikasi. Negeri ini membutuhkan para politikus yang dianggap seperti raja yang suka bertindak semaunya dengan memanfaatkan kekuasaannya. Berada di negeri anomali kau tak punya uang dan kuasa, kau hanyalah seorang makhluk rendahan. Saking menjadi makhluk rendahan pun kau terpaksa mengikuti hukum alam kepada sesama makhluk rendahan. Mereka bilang negeri anomali tanpa kasta, pelaksanaanya feodalisme masih ada dimana - mana.

Agama dalam negeri anomali merupakan sebuah alat politik, namun pula mereka juga menggunakan pemahaman sekulerismenya untuk menggunakan alat yang mereka namakan agama. Negeri anomali tidak jelas tatanan sistem regulasinya. Dalam hal keagamaan saja konsep toleransi malah menjadi kolaborasi beragama yang mengarah pada pemikiran sekulerisme liberal dimana agama hanya sekadar privasi saja tanpa menjadi pedoman hidup paling mendasar dan hakiki.

Negeri anomali, kau dapat menemui seorang anak kemarin sore tanpa kemampuan mumpuni yang diragukan kependidikannya hanya karena berasal dari sang penguasa. Semua bisa diatur, selama dalam lingkaran kekuasaan mudah untuk berkuasa. Kau tak bisa lari bila sudah berada di negeri anomali ini karena saat lahir pun kau dah menanggung hutang negeri ini. Negeri yang tersandera akibat hutang luar negeri, terjebak dalam sebuah pola negeri berkembang yang dipaksa untuk maju.

Pembangunan di negeri anomali terkesan ambisius laksana zaman mesir kuno dimana ibukota di pindah. pada akhirnya pembangunan untuk itu terkesan seperti seorang lelaki yang kebelet untuk menikahi gadis namun tak punya uang dan materi memadai buat pernikahan dan resepsi. Hasilnya munculah anomali baru berupa varian anak haram dalam konstitusi yang berupa kebijakan-kebijakan membuat keresahan dikalangan rakyat jelata. Negeri anomali sungguh gelap, niat hati menuju negeri yang emas malah mencapai negeri yang cemas.

Sisi baiknya negeri anomali memiliki sumber daya alam yang melimpah dalam perut buminya, terutama di bidang energi mulai dari energi yang bersumber dari minyak hingga ke energi nuklir. Semua dikelola dengan baik, namun hanya segelintir rakyat saja yang menikmatinya karena semua kemewahan dan elegansi kehidupan sudah diwakilkan oleh wakil rakyatnya.

Thursday, October 31, 2024

Rasa Hormat Mengalahkan Rasa Takut

Ketakutan terhadap seseorang membuat seorang penakut memikirkan untuk melawan apa yang ditakutinya dari belakang. Rasa hormat membuat seseorang tidak ingin berseteru kepada orang yang dihormatinya meski dia tahu dia mampu mengalahkan orang yang dihormatinya kapanpun dan dimanapun. Rasa hormat muncul dari kewibawaan seseorang dalam membimbing dan memberikan arahan. Sekeras apapun bimbingan dan arahan dari orang yang dihormati tetap akan dipatuhi, berbeda dengan orang yang ditakuti arahan dan bimbingan dari orang yang ditakuti lebih dipatuhi di depan orangnya namun dilanggar dari belakang. Wibawa itu penting apalagi bagi seorang yang disebut guru, memunculkan wibawa bukan berarti harus memunculkan ketakutan melainkan memunculkan sebuah kerelaan dan kesadaran dari seorang murid.

Zaman sekarang wibawa di butuhkan dari seorang guru karena pada dasarnya hukuman keras seperti zaman dulu tidak bisa di perlakukan di zaman sekarang. Alam terus baharu, kehendak utopia akan pendidikan terus muncul, bagaimana sebuah pendidikan bisa berhasil kalau wibawa dari seorang guru tidak muncul di hadapan para muridnya. Respect dari murid kepada guru wajib ada, guru wajib pula mampu menyadarkan muridnya akan pentingnya rasa hormat meski sang murid mampu menang melawan gurunya dimanapun dan kapanpun. Sehebat apapun guru yang mampu dalam memahami teori pedagogi apabila dia tidak mampu menampilkan wibawa sebagai orang yang bersahaja sampai kapanpun dia akan terus berada dalam kondisi direspect oleh para muridnya. Guru yang hebat bukanlah guru yang hanya mampu mengajar dan mendidik namun mampu pula menggerakkan kesadaran akan pentingnya belajar bagi sang murid. Mampu pula mendapatkan rasa hormat yang tinggi agar dapat mengisi gelas kekosongan ilmu dan amal dari sang murid.

Sunday, October 27, 2024

Kutipan Hari ini

kaum borju menutupi kekurangan negara, pada akhirnya orang luar tidak tahu di balik hypenya sebuah negara tersembunyi penderitaan dan pemberontakan yang masih bersemayam karena ketiadaan daya para yang tertindas

Tuesday, October 1, 2024

Lendir dalam Pendidikan

Fenomena terjadi sekarang ini dalam dunia pendidikan tidak baik-baik saja. Boleh dikata namanya pelaku di sebut oknum terutama kasus seksual yang terjadi dalam dunia pendidikan baru-baru ini. Lantas mengapa namanya oknum sering muncul entah di kalangan siswa maupun guru. Pemicu awal segala kasus ini adalah nafsu dan perilaku. Memang baik tidaknya seseorang tergantung individunya namun semua hal yang menyangkut kasus seksual bisa disebut pula sebagai lendir dari dunia pendidikan. Mulai dari cerita awal mula kisah asmara remaja menjurus kepada lendir sampai kisah manipulasi kasih sayang menuju lendir. Miris kita melihat hal tersebut tetapi apa daya kita, karena nafsu yang membutakan manusia dimana nafsu menjadi imam atas akalnya terutama dalam diri seorang laki-laki. Beda dengan wanita dimana akalnya mampu mengimami nafsunya namun setelah kena manipulasi dari laki-laki nafsunya melakukan pemberontakan terhadap akal sehatnya.

Berkaca dari kasus yang terjadi saat ini, semua bukan lantaran kurangnya seseorang dekat dan paham dengan agamanya tetapi semua terjadi karena adanya normalisasi terhadap perilaku yang menyimpang terutama konsep perilaku barat yang menganggap pacaran adalah hal biasa dan lumrah. Memang dasarnya manusia memiliki cinta, memiliki keinginan untuk menjalin romansa dengan mengenal satu sama lain. Tetapi apakah hubungan seks di luar nikah di benarkan karena orang tersebut adalah pacar sendiri yang notabenenya adalah hubungan tak tentu kejelasannya. Tidak ada istilah pacaran yang sesuai tuntunan agama bahkan dalam agama samawi manapun. Orang yang pernah pacaran zaman sekarang mayoritas dipertanyakan pernahkah melakukan sesuatu yang berujung lendir, terutama di kalangan remaja. Remaja zaman sekarang mudah menyembunyikan semua itu karena kegiatan lendir seperti ciuman, seks dan sebagainya adalah sebuah privasi yang tak bisa ketahuan baik oleh orang tua maupun keluarga terdekat mereka. Perilaku romansa yang berujung lendir membuat seorang remaja merasa dirinya dewasa, bagaimana untuk menghindari hal yang tidak di inginkan adalah mengatakan tidak untuk pacaran meski banyak konsep-konsep romansa yang berseliweran di beragam media. Jangan sampai segala hal yang menyangkut romansa berujung ke urusan lendir hingga membentuk namanya generasi baru yang di sebut insan hasil hubungan di luar pernikahan. Tidakkah sama dengan zaman kebodohan yang dulu pernah ada sebelumnya.

Beralih kepada kasus tindak lendir yang melibatkan oknum guru dan siswa lebih parah ketimbang kasus sebelumnya. Peluang seorang guru besar untuk memanipulasi kesadaran siswa. Memang guru juga manusia biasa namun jangan sampai seorang guru membuang kemuliaannya hanya karena dia manusia biasa yang ingin menyalurkan keinginan hewani terhadap orang di didiknya. Seperti kata pepatah, karena setitik nila rusak susu sebelanga. Marwah kemuliaan guru telah hancur di mata masyarakat karena kasus ini, sekolah sebagai lembaga pendidikan di anggap remeh. Dari kasus kelam tersebut dunia sudah menunjukan sisi lendir dalam pendidikan. Memang hukuman pidana biasa dapat di tindak kepada pelaku yang di sebut oknum, namun multiplayer effect dari sebuah perilaku lendir dunia pendidikan akan selalu di waspadai dan di awasi. Upaya prefentif pencegahan sebenarnya perlu tidak hanya tindakan hukuman belaka kepada pelaku. Sekarang apa gunanya kode etik seorang guru kalau itu masih terjadi. Perlu bagi seorang guru merenungi kembali profesinya, kepribadiannya untuk apa, kerik lendir dunia pendidikan ini kalau bisa karena merupakan aib memalukan bagi dunia pendidikan.