Search This Blog

Wednesday, January 12, 2022

Kekuatan Pikiran

Kita hidup, kita berpikir. Pikiran manusia mempengaruhi cara orang menjalani hidup. Dasarnya, tidak ada orang yang hidup tanpa ada masalah. Semua tergantung pola pikir seseorang menghadapinya. Ketahuilah, saat kita berpikir terlalu berat akan masalah hidup apalagi sampai membuat kita depresi dan merasa tertekan di dalam perasaan maka hal itu mempengaruhi wajah kita. Muka akan terus menua, padahal umur masih muda. Akibat terlalu berpikir yang tidak sesuai porsinya seperti meratap masa lalu dan khawatir akan masa depan. Tertekan hingga lupa makan dan minum. Teringat kata-kata dari seorang yang pernah membimbing kehidupan "apabila terjadi sesuatu yang salah dalam hidupmu, jangan salahkan siapa pun namun salahkan dirimu". Artinya : apabila setiap kau mengalami masalah yang kau anggap di luar kemampuanmu hendaknya kau mawas diri, sudahi pola pikirmu yang terlalu jauh dan luas padahal masalah mu tak sebesar pikiran karena semua masalah ada jalan keluarnya jika kita mau menghadapinya. Tidak ada orang yang bisa menyudahi masalah mu kecuali dirimu sendiri. Sekali lagi, kesalahan semua ada pada dirimu yang terlalu meratap masa lalu dan khawatir masa depan. Kerjakan masa sekarang tak peduli lagi bagaimana masa depanmu, lebih baik mati dalam perilaku pola pikir positif ketimbang mati dalam keadaan depresi

Friday, November 6, 2020

Menuju Kebebasan Hati dan Finansial

Sebuah renungan menuju akhir tahun 2020, tahun yang berkesan berbeda karena seluruh dunia dilanda pandemi Virus Corona yang bisa disebut sebagai pandemi COVID-19. Tahun ini secara pribadi saya mengalami beragam kejatuhan seperti mengakhiri kuliah S1 di Pendidikan Olahraga, mengajar secara Online (Daring) namun di balik kejatuhan saya memulai berinvestasi menuju kebebasan finansial. Seorang bijak pernah mengatakan "lepaskanlah semua kebencian dan kecintaan, hanya itu latihan yang kulakukan setiap hari". Saya sudah melakukannya dan semua itu memang terbukti, jalan kehidupan yang saya tempuh semuanya membuat sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengingat kembali di awal tahun, sambil menutup mata dan berpikir dalam ketenangan dan kedamaian saya merasakan bahwa hari-hari yang telah dilalui seperti sekejap mata. Memang waktu laksana pedang yang tajam, dia mampu membunuhmu dengan sebuah kepastian dari kehidupan meski kau berencana bagaimanapun yaitu kematian. Hal yang paling dekat dalam hidup sedangkan masa depan tetap jauh di depan mata. Namun, selama nafas masih berhembus walau bayangan kepastian tentang itu terus ada, tidak ada salahnya merencanakan dan mengupayakan peta kehidupan. Jatuh adalah hal yang biasa dalam kehidupan di tambah perilaku-perilaku kehidupan sesama makhluk yang mampu menghasilkan sebuah kecintaan dan kebencian, betapa lengkapnya seni kehidupan ini. Dalam latihan ini, hasilnya adalah sebuah kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan.

Tak ada cinta, tak ada benci hasilnya hanyalah niat baik dalam nurani. Saya percaya dan mengerti apa yang akan dihasilkan suatu saat nanti adalah sebuah hal kecil yang mampu menggetarkan kehidupan ini. Itulah yang akan dituju untuk sebuah kebebasan hati. Orang yang memiliki kebebasan hati bukan hanya menemukan kedamaian dan ketenangan dalam hidupnya, bahkan hingga kematiannya pasti. Rasa syukur, mengatakannya sungguh mudah tetapi menjalaninya perlu latihan yang mantap dalam melepas dengan apa yang dinamakan kebencian dan kecintaan.

Demi meraih sebuah kebebasan finansial, saya mulai belajar untuk menyisihkan penghasilan dengan membuang aspek kehidupan yang dinamakan kehendak. Secara ekonomi sebagai manusia, pertama saya sendiri menyadari bahwa kebutuhan adalah yang pasti, keinginan adalah sampingan dan sumber dayanya terbatas. Oleh karena itu perlu disederhanakan lagi meski dibalik terbatasnya sumber daya hidup kita harus mampu memiliki asset produktif agar apa yang dinamakan kebebasan finansial tercapai. Ini bukan tentang berapa banyak penghasilan yang di peroleh, ini adalah tentang bagaimana mengelola penghasilan yang diperoleh agar tercipta kebebasan finansial kelak.

Apa hubungan antara kebebasan hati dan finansial? Semua itu berhubungan dengan kesederhanaan hidup. Banyak orang yang bepenghasilan tinggi di akhir masa pensiunnya banyak membanggakan kejayaannya, namun pada akhir hidupnya ditemani dengan kemiskinan. Ada orang yang terus-menerus hidup demi uang tanpa memperdulikan kesehatannya, setelah jatuh sakit dia habiskan uang yang dihasilkan hanya untuk kesehatannya. Seorang karyawan karena memiliki penghasilan tinggi mengajukan kredit untuk beragam aset yang tidak produktif dengan membayar beragam tagihan kredit hampir menutupi penghasilannya dengan masa yang panjang lamanya hingga dia lupa akan hari tuanya.

Beragam kisah tersebut hanyalah sebagian kecil dari cerita kejatuhan tanpa ada niat kebangkitan. Dengan kecintaan terhadap uang manusia menjadi tamak, ketakutan akan kejatuhan (gengsi) membuat manusia melakukan beragam cara termasuk membuang kebebasan mereka secara finansial dengan bekerja keras dengan hasil yang hampa. Sebagai langkah awal menuju kebebasan finansial kita perlu memahami dulu bagaimana kebebasan hati. Membuang rasa gengsi dengan merencanakan sesuatu yang pasti, menyisihkan keinginan membuang penghasilan hanya untuk berfoya-foya.

Saya sering bertanya kepada banyak orang tentang bagaimana seandainya anda memiliki uang 100 juta rupiah, mayoritas dalam pikiran mereka adalah membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan dalam kehidupan ini dalam artian sebuah kebiasaan yang konsumtif, jarang ada orang yang menjawab mendayagunakannya untuk hal produktif seperti berinvestasi agar saya tidak perlu bekerja terlalu keras untuk uang dan membiarkan uang itu bekerja untuk saya. Akhirnya menjelang akhir tahun 2020 ini saya sudah mengerti tentang pola pikir kebanyakan orang, maka saya harus melawan pola pikir kebanyakan itu yaitu sebuah pola pikir konsumtif. Kesimpulannya dengan kebebasan hati ini, berpola pikirlah yang produktif agar mampu melawan arus orang banyak.

Monday, July 15, 2019

Rasa adalah Rahasia

Saat merasa maka akan tahu seperti apa rasanya. Rasa tak bisa di ungkapkan secara lisan maupun tulisan. Rasa adalah makna tersirat bukan tersurat.

Cinta adalah rasa dari stimulus indera kepada ungkapan diri. Cinta membuat orang menjadi semangat. Membuat hal yang tak mungkin menjadi sebuah upaya yang memungkinkan. Cinta itu bisa dikata sebuah sesuatu yang membuat mabuk namun tak seperti pemabuk. Cinta membuat orang gila namun tak menjadikanmu orang gila.

Apakah pantas di sebut cinta apabila hal tersebut membuat hati tidak karuan, membuat rasa cemburu bahkan hingga rasa takut akan kehilangan. Pada dasarnya cinta murni adalah kebahagiaan bukan perbudakan maupun penjajahan yang mesti diperjuangkan dengan derita.

Dalam sepi temukanlah kedamaian, ketentraman dan ketenangan. Temukanlah cinta dalam semesta, miliki selalu dia karena semesta pasti mendukung mu bersama Yang Maha Sepi. Untuk apa kesepian di dalam sepi karena Dia Yang Maha Sepi.




Saturday, July 13, 2019

Konflik adalah Seni

Setiap orang pasti tidak ingin kehidupannya bermasalah. Kita sudah tahu bagaimana orang lain memandang kehidupan kita sendiri, namun yang menyandang kita sendiri. Sesuai dengan perkataan seorang guru "jangan pernah mengadu permasalahan anda sendiri kepada sesama manusia". Jelas itu artinya juga kita mengadu masalah kita kepada orang yang sama-sama punya masalah dengan porsi yang berbeda setiap individunya. Seberapa hebatnya anda coba menghindari masalah anda, pasti masalah selalu mengejar anda.

Diampun bisa menjadi masalah karena pandangan orang selalu berbeda-beda terhadap orang lain. Apabila kita bercerita tentang masalah kita terhadap sesama manusia baiknya urungkan saja hal itu karena jalan yang bagus untuk menghadapi masalah adalah dekat dengan Tuhan. Semakin jauh kita ke tingkat penyelesaian, berdoalah selalu untuk tetap kuat menjalani apa yang akan di jalani ke depan.

Berpikirlah setiap konflik adalah bagian dari seni kehidupan, konflik harus di poles sedemikian rupa laksana tingkat kesulitan sebuah karya cipta suatu seni hingga menghasilkan kepuasan diri atas kemenangan dalam menghadapi konflik. Tetap berjuang dan terus melawan karena kepercayaan diri menjadi faktor penentu polesan kehidupan anda dalam menghadapi konflik. Anda memilih, anda menyandang. Orang lain membuat pilihan, dia yang memandang. Bergelut dengan seni adalah sebuah keharusan untuk melawan rasa gelisah, karena tanpa seni manusia gelisah.

Friday, July 12, 2019

Kehidupan yang Serba Salah

Apa yang kita jalankan benar, belum tentu benar bagi manusia lainnya. Contoh: "Seorang yang sudah lama menikah belum dikaruniai seorang anak. Pastinya akan di sebut aib bagi orang sekitar, terutama orang yang tidak suka dengannya. Saat sudah punya anak, malah jadi sebutan juga entah karena perilaku anaknya atau hal lain sebagainya. Jadi yang mana yang benar?"

Ada lagi sebuah contoh seseorang yang belum menikah hingga berumur 27 tahun menjadi sebutan. Datang ke kondangan pasti ada pertanyaan legenda "kapan kamu menyusul?". So, ketahuilah itulah yang membuat seorang bujangan jera datang ke resepsi anda saat anda mengundangnya. Jangankan ingin mendoakannya semoga lekas menyusul, ini malah mencemooh dan memakinya dengan sebutan yang tidak enak di dengar yaitu "jomblo". Jadi begini, andai itu berada di posisi anda bagaimana perasaan anda, boleh jadi itu adalah hal yang tidak etis dalam kehidupan. Dimana adab anda sebagai manusia?

Cerita baru lagi, seseorang yang belum menikah (laki-laki 27 tahun) punya kesempatan untuk dapat pasangan, dia (perempuan) bukan calon tapi ingin di calonkan. Dia pegawai negeri, punya pekerjaan tetap mapan hingga mampu menjadikan adiknya hingga kuliah dan bekerja, namun dia berumur hampir 40 tahun. Bagi sang lelaki itu adalah sebuah pilihan yang serba salah mengapa? Menerima, jadi sebutan orang karena perempuan itu bukan tipe yang dikehendaki laki-laki, lagipula umur perempuan dan lelaki itu berbeda jauh kayak kakak perempuan ama adik lelakinya saja. Belum lagi nanti cibiran hingga desas desus orang sekitar meski diam-diam akhirnya sampai pula omongan itu. Toch banyak aja orang nikah sama yang mapan juga kehabisan harta bahkan beli tongkat sebuah rumah pun kagak mampu. Kepegawaian tidak menjamin rezeki seseorang apalagi pasangan, percuma menjadi pasangan kalah hanya bermain sepihak belaka.

Menolak, jadi cibiran orang pula. Di sebut-sebut punya selera ketinggian lah, gak mikirin masa depan lah, salah sendiri karena gak mapan lah jadi lelaki bahkan di beri gambaran soal ketakutan hidup di hari tua apabila memilih milih perempuan cantik sebagai pasangan, dunia ini relatif lho. Anda nge jalanin orang yang mengomentari. So what? Lelaki berhak memilih apa yang menjadi pilihan hidupnya.

Jadi, pada intinya pilihlah apa yang menjadi pilihan anda sendiri. Soal konsekuensi atau punisment karena pilihan anda karena tidak memilih apa yang menjadi saran dari seseorang. JANGAN PERNAH KATAKAN KATA MENYESAL kepada orang yang telah memberi anda saran, karena pasti anda akan di tiwas oleh si pemberi saran. Cukup sandang dan jalani pilihan anda. Katakan selalu SAYA BERSYUKUR atas apa yang saya pilih sebelumnya. Sebuah keluhan akan menjadi kemenangan bagi orang lain, bukan anda sendiri