Search This Blog

Sunday, September 17, 2017

Sang Bulan yang Jatuh

Berawal dari mimpi yang menurut tafsir mimpi bahwa apabila seseorang bermimpi "melihat bulan jatuh" maka artinya ke depan ia akan dilanda kesusahan. Setelah mengetahui itu, hal itu terjadi pada diri kita hendaknya jadikan hal tersebut adalah persiapan kita untuk menghadapi ke depan. Kesusahan bukanlah hal yang mesti dikhawatirkan melainkan sebuah hal yang harus dihadapi dengan pikiran dan perasaan yang matang.

Dalam kehidupan banyak yang terjebak akan masa lalunya dan khawatir akan masa depannya, hingga ia terus meratapi masa lalu, tidak hidup di masa sekarang dan masa depan. sebuah mimpi memang pertanda agar kita siap menghadapi tahap demi tahap kehidupan. Pada dasarnya setiap proses yang berjalan hendaknya dinikmati dan apapun hasilnya hendaknya disyukuri.

Sang bulan memang jatuh, tetapi jatuhnya sang bulan tetaplah menjadi sebuah tantangan bagi seseorang yang memiliki mental pemenang. Seseorang yang memang sudah terbiasa dengan rasa sakit baginya kesusahan hanyalah hisapan jempol biasa. Manusia memang mempunyai banyak kelemahan, namun rasa ingin menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari lah yang membuat kelemahan seseorang itu tak berarti lagi. Hiduplah dengan belajar dari masa lalu tanpa meratapinya, jalanilah masa sekarang dengan menikmatinya dan raihlah masa depan dengan mensyukuri apapun hasilnya.

Kembalikanlah semua hasil dengan mengintropeksi diri sendiri, hindarilah perilaku yang berupaya menjudge (menghakimi) lingkungan tanpa menganalisis hukum sebab dan akibat. Berpikirlah melingkar yaitu pemikiran tanpa sudut pandang yang mempertimbangkan segala aspek yang ada.

Tuesday, April 12, 2016

Solidaritas

Dalam sebuah kelompok solidaritas merupakan nilai yang paling diperlukan. Solidaritas atau kekompakan memang mampu membuat kelompok menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan sinergi satu sama lain, sesuai hak dan kewajiban masing-masing, dalam solidaritas diperlukan pula prinsip saling memahami setiap individu karena tiada sesuatu apapun yang ada di dunia ini sempurna. Segala sesuatu bersifat relatif, oleh karena itu sebuah prinsip perbaikan kecil yang berangsur-angsur agar menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang.
Setiap manusia adalah mahluk individu yang mempunyai ego dan privasi namun manusia juga mahluk sosial yang tak bisa hidup tanpa berkomunikasi dengan orang lain, oleh karena itu guna mencapai sebuah solidaritas untuk tujuan sebuah kelompok dengan pemikiran yang sama hendaknya setiap orang pada saat berada dalam kelompok itu sendiri mengesampingkan kepentingannya, memahami setiap pribadi yang ada dalam kelompok dan bahu membahu demi tujuan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, apapun permasalahan pribadi antar individu terhadap individu lainnya selama adanya komitmen untuk menjaga solidaritas kelompoknya. Permasalahan itu tak akan berpengaruh sedikitpun terhadap kinerja kelompok. Selama komitmen untuk saling solid satu sama lain sebuah kelompok tak akan pernah tergoyahkan meski oleh waktu sekalipun.

SALAM SOLIDARITAS

Saturday, November 7, 2015

Lepaskan Masa Pembelajaran, Saatnya Masa Pembentukan (Graduation)

Masa pembelajaran merupakan masa kita mengenal awal mula sesuatu dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak kenal diri menjadi kenal diri. Tiada masa yang tiada akhir begitu pula masa pembelajaran dari Sang Guru. Saat Sang Guru melepas masa pembelajarannya kepada Sang Murid itu artinya bahwa Sang Murid benar-benar lulus dan bukan artinya para murid berhenti belajar, melainkan bahwa sudah saatnya para murid belajar langsung kepada pengalamannya masing-masing tentang jati diri itu sendiri guna membangkitkan Sang Maha Guru yang ada pada dalam diri setiap insan.
Perjalanan hidup setiap orang berbeda itu artinya Sang Guru melepas masa pembelajarannya guna menciptakan lulusan kompeten dan berdiri di atas kaki sendiri karena selama masa pembelajaran Sang Guru telah mengajari bagaimana berjalan dengan kaki sendiri, oleh karena itu waktunya tiba bagi para murid menapaki jalan masing-masing berdasarkan konsep yang telah diberikan hingga menemukan jalan baru kehidupan yang tak ditemukan oleh siapa pun selain diri masing-masing mengetahuinya.

Monday, August 17, 2015

70 Tahun Indonesia Merdeka

Kalau hanya sekedar rangkaian kata, kalau hanya sekedar teori belaka siapapun bisa melakukannya. Melalui tema "Ayo Kerja" mari kita lakukan dengan tindakan yang nyata karena bangsa ini butuh kenyataan untuk maju. Apapun pekerjaan kita, apapun profesi kita hendaknya semangat juang itu dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kenanglah betapa beratnya perjuangan sebelum kemerdekaan.
Doakan selalu para pahlawan, karena merekalah sampai sekarang kita bisa menikmati kehidupan yang bebas. Melalui tema "Ayo Kerja" kerjakan apa yang bisa kerjakan untuk bangsa ini. Tanyakan selalu apa yang bisa kita beri untuk bangsa.
Memang saya sendiri kecil dibandingkan dengan bangsa ini, namun keinginan yang kuat untuk menjadi lebih baik dengan tindakan bertahap guna menjadi orang yang berguna demi bangsa dan negara menjadi cita-cita terkuat dari lubuk hati yang terdalam ini.

Dirgahayu Indonesia Ku
Jayalah Bangsa Ku

Tuesday, July 28, 2015

Jadikan Kotoran Itu Pupuk

Saat seseorang berusaha untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya, kita pasti tidak lepas dari celaan atau hinaan dari orang lain yang tak menyukai cara kita. Apalagi orang tersebut adalah orang yang merasa iri akan jalan hidup kita. Ketahuilah rasa iri adalah rasa ketidakmampuan seseorang terhadap cara orang lain. Belum lagi kita berhasil mencapai tujuan hidup ini orang yang berperilaku iri dengki selalu saja mencoba mematahkan semangat kita dengan mengkritik seolah-olah dialah yang paling benar. Itu menjadi pertanyaan dalam benak kita "siapa sih orang itu kok beraninya atur kehidupan orang lain?". Memang itulah jalan dimana setiap jalan selalu terdapat hambatan.
Anggap saja kritikan kotor itu seperti kotoran sapi, toch yang namanya kotoran kalau dihindari tetap menjadi kotoran. Bagaimana jadinya kalau kotoran yang tak enak tersebut kita jadikan pupuk di olah dan dikelola dengan baik guna menyuburkan tanaman. Pasti kotoran itu bisa untuk menyuburkan kembali rumput yang dimakan oleh sang sapi.
Belajar dari siklus alam seperti itu kita akhirnya tahu seperti apa menyikapi sebuah kritikan maupun hinaan dari orang yang iri terhadap diri ini. Bisa jadi semakin kita dihina semakin mulia kita, semakin kuat pribadi kita karena kita tetap fokus terhadap apa yang kita lakukan saat ini dengan menjalankan yang terbaik menurut jalan kita pilih sendiri. Memang tak enak rasanya celaan atau hinaan itu, tapi bila kita sudah terbiasa dan akhirnya mampu membuktikan tujuan kita pada akhirnya kitalah pemenangnya. Kehidupan ini memang sementara namun untuk selamanya, tak perlu ragu lakukan terus yang terbaik untuk teman seperjuangan. Kita tentang badai kehidupan ini, kita jadikan kotoran yang disebut celaan itu untuk pupuk guna menyuburkan rumput untuk makanan sang sapi tiada lain adalah sifat iri dengki itu sendiri