Search This Blog

Thursday, October 16, 2025

Perjalanan di Negeri Anomali: Menuju Generasi ©Emas

 Hanya seorang perokok yang ditampar  guru karena di anggap melanggar peraturan sekolah siswa satu sekolah mogok sekolah. Hai Bujang....!!! Inginku secara pribadi berkata kasar dan Katakan "Kebodohan alami dari generasi ©Emas sudah mulai muncul". Satu sekolah seluruh siswa menjadi anomali hanya karena seorang perokok yang merokok tidak sesuai dengan kodrat usianya. Apa guna organisasi profesi yang bunyinya melindungi marwah dan harkat martabat guru. Eh tu guru di polisikan gegara mendisiplikan anak lemah dan manja, sok jagoan dan perokok. Oh iya, organisasi profesi cuma muncul citranya kalau mau memilih penguasa. Dahlah, hidup di negeri anomali memang ngeri-ngeri sedap. Negeri dongeng seperti negeri anomali memang rame kalau di perbincangkan terutama di bagian bidang pendidikannya. Mereka yang hidup bersosial dengan kompak kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kompak dalam menutupi kejahatannya. Kompak dalam membela satu kelompok meski teman kelompoknya bersalah. Semua itu merupakan bukti bahwa sebenarnya mereka paling lemah dan rapuh sebagai manusia. Lihatlah wahai para penguasa negeri anomali, gak usah susah-susah lho cari oknum cukup satu sekolah saja sudah kelihatan siswanya semua calon oknum.

Thursday, June 19, 2025

Kecerdasan Buatan dan Kebodohan Alami

"Saat Kecerdasan Buatan tercipta dari Komputer, maka tercipta pula kebodohan alami dari manusia."

Kutipan ini adalah pengingat manusia agar tidak mudah terperdaya oleh yang dinamakan kecerdasan buatan. Kecerdasan Buatan memang alat namun bukan memperalat. Orang yang terbiasa tergantung kepada kecerdasan buatan adalah orang yang secara berangsur-angsur melatih kemampuan kebodohan alaminya dalam jangka panjang. Mengapa, saat seseorang mendapat pengetahuan dengan mudah dan instan dia akan merasa dirinya mudah mendapatkan segala jawaban dari sumber tersebut yaitu si kecerdasan buatan. Pada akhirnya dikala dia di uji akan hal dimana kecerdasan buatan tidak bisa terakses karena beragam kendala kemampuan penalaran dari dirinya menjadi tumpul sehingga sulit baginya untuk menjawab secara cepat dan menguraikan sebuah keputusan hidup hingga akhirnya tanpa kecerdasan buatan hanya ada keputusasaan.

Thursday, March 27, 2025

Ideologi Anomalisme

Bukan kiri, bukan kanan namun inilah ideologi baru yaitu Anomalisme. Tidak seperti kapitalisme yang lebih menekankan kepada kemandirian individu dalam bernegara, tidak seperti sosialisme yang menekankan persamaan rasa individu dalam bernegara. Konsepnya ingin mengambil sisi baik dari kapitalisme dan sosialisme, namun malah sebaliknya muncul ideologi baru yang disebut anomalisme dimana pelaksanaan di lapangan malah sisi buruk kapitalisme dan sosialisme ditonjolkan. Ideologi ini memang tidak pernah di katakan secara terbuka oleh beragam negara dunia namun pelaksanaannya dapat dirasakan dampaknya pada masyarakatnya dan pemerintahannya.

Pemerintahan yang korup dan oligarki, masyarakat yang susah di atur adalah hal lumrah bagi negeri penganut ideologi anomalisme. Ketidaksingkronan ini terjadi karena adanya mental iri hati dari setiap individu baik pemimpin maupun rakyatnya yaitu tidak senang melihat orang lain bahagia. Sebuah negeri akan terus terpuruk dan hancur secara perlahan bila menganut ideologi ini. Ideologi ini lebih berbahaya daripada bahaya laten ideologi-ideologi yang sering bertentangan satu sama lain. Pelaksanaan ideologi ini memang tidak pernah diakui oleh negeri manapun, namun perilakunya dapat dirasakan pada ke khawatiran pemerintah dan masyarakatnya akan kehancuran negeri sendiri. Ideologi Anomali merupakan sebuah parasit ideologi tersembunyi dalam sebuah negeri dimana mereka berlindung atas nama rakyat namun memiliki kebijakan yang menyusahkan dan ditentang rakyatnya.

Dalam negeri penganut anomalisme hutang luar negeri yang terus membengkak, defisit anggaran, penarikan pajak yang menyiksa masyarakat, anti kritik pemimpinnya meski kau cari makan sendiri sudah biasa. eksploitasi isi perut bumi untuk kepentingan segelintir orang bahkan kerusakan alam yang dimana masyarakat memanfaatkaannya untuk berbuat nista merupakan hal yang lumrah. Contoh: kau adalah seorang sopir barang logistik yang kau bawa adalah produk penting untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti telur misalnya, kemudian kau mengalami kecelakaan truck yang kau bawa terbalik karena oleng disana kau hanya bisa pasrah melihat barang bawaanmu tadi di jarah oleh penduduk setempat, bahkan kalau kau mengalami kesialan lebih parah lagi ibarat jatuh tertimpa tangga dompet dan handphone yang kau bawa ikut hilang kemana. Kau pingsan, Setelah sadar dari pingsan kau sudah berada di rumah sakit besoknya kau diminta pertanggungjawaban dari perusahaan karena di anggap kelalaian mu. Hal seperti itu adalah contoh gambaran negeri dengan ideologi anomalisme dimana yang kuat adalah si pemenang, seperti hukum rimba namun dalam bentuk modern dengan sistem

Tuesday, March 11, 2025

Sebuah Dongeng : Hidup di Negeri Anomali

 Ini cerita tentang sebuah negeri, bagaimana kehidupan pemimpin dan rakyaknya yang penuh anomali. kisah ini hanyalah sebuah fiksi belaka apabila ada kejadian yang sama maupun serupa dengan kenyataan yang ada kemungkinan itu semua adalah persepsi para pembaca. dimulai dari kehidupan di sebuah negeri, negeri anomali...

di negeri anomali kau tak bisa banyak bicara mengkritik pemimpin mu karena dianggap menentang pemerintahan resmi namun kau tetap mencari makan sendiri. segala bentuk regulasi dan tata kelola negeri antah berantah ini sangatlah kacau, tidak hanya pemerintahan yang bermasalah dengan ragam kasus korupsinya, rakyatnya sendiri pun juga penuh anomali. Negeri ini tak butuh orang pintar, jujur dan berdedikasi. Negeri ini membutuhkan para politikus yang dianggap seperti raja yang suka bertindak semaunya dengan memanfaatkan kekuasaannya. Berada di negeri anomali kau tak punya uang dan kuasa, kau hanyalah seorang makhluk rendahan. Saking menjadi makhluk rendahan pun kau terpaksa mengikuti hukum alam kepada sesama makhluk rendahan. Mereka bilang negeri anomali tanpa kasta, pelaksanaanya feodalisme masih ada dimana - mana.

Agama dalam negeri anomali merupakan sebuah alat politik, namun pula mereka juga menggunakan pemahaman sekulerismenya untuk menggunakan alat yang mereka namakan agama. Negeri anomali tidak jelas tatanan sistem regulasinya. Dalam hal keagamaan saja konsep toleransi malah menjadi kolaborasi beragama yang mengarah pada pemikiran sekulerisme liberal dimana agama hanya sekadar privasi saja tanpa menjadi pedoman hidup paling mendasar dan hakiki.

Negeri anomali, kau dapat menemui seorang anak kemarin sore tanpa kemampuan mumpuni yang diragukan kependidikannya hanya karena berasal dari sang penguasa. Semua bisa diatur, selama dalam lingkaran kekuasaan mudah untuk berkuasa. Kau tak bisa lari bila sudah berada di negeri anomali ini karena saat lahir pun kau dah menanggung hutang negeri ini. Negeri yang tersandera akibat hutang luar negeri, terjebak dalam sebuah pola negeri berkembang yang dipaksa untuk maju.

Pembangunan di negeri anomali terkesan ambisius laksana zaman mesir kuno dimana ibukota di pindah. pada akhirnya pembangunan untuk itu terkesan seperti seorang lelaki yang kebelet untuk menikahi gadis namun tak punya uang dan materi memadai buat pernikahan dan resepsi. Hasilnya munculah anomali baru berupa varian anak haram dalam konstitusi yang berupa kebijakan-kebijakan membuat keresahan dikalangan rakyat jelata. Negeri anomali sungguh gelap, niat hati menuju negeri yang emas malah mencapai negeri yang cemas.

Sisi baiknya negeri anomali memiliki sumber daya alam yang melimpah dalam perut buminya, terutama di bidang energi mulai dari energi yang bersumber dari minyak hingga ke energi nuklir. Semua dikelola dengan baik, namun hanya segelintir rakyat saja yang menikmatinya karena semua kemewahan dan elegansi kehidupan sudah diwakilkan oleh wakil rakyatnya.

Thursday, October 31, 2024

Rasa Hormat Mengalahkan Rasa Takut

Ketakutan terhadap seseorang membuat seorang penakut memikirkan untuk melawan apa yang ditakutinya dari belakang. Rasa hormat membuat seseorang tidak ingin berseteru kepada orang yang dihormatinya meski dia tahu dia mampu mengalahkan orang yang dihormatinya kapanpun dan dimanapun. Rasa hormat muncul dari kewibawaan seseorang dalam membimbing dan memberikan arahan. Sekeras apapun bimbingan dan arahan dari orang yang dihormati tetap akan dipatuhi, berbeda dengan orang yang ditakuti arahan dan bimbingan dari orang yang ditakuti lebih dipatuhi di depan orangnya namun dilanggar dari belakang. Wibawa itu penting apalagi bagi seorang yang disebut guru, memunculkan wibawa bukan berarti harus memunculkan ketakutan melainkan memunculkan sebuah kerelaan dan kesadaran dari seorang murid.

Zaman sekarang wibawa di butuhkan dari seorang guru karena pada dasarnya hukuman keras seperti zaman dulu tidak bisa di perlakukan di zaman sekarang. Alam terus baharu, kehendak utopia akan pendidikan terus muncul, bagaimana sebuah pendidikan bisa berhasil kalau wibawa dari seorang guru tidak muncul di hadapan para muridnya. Respect dari murid kepada guru wajib ada, guru wajib pula mampu menyadarkan muridnya akan pentingnya rasa hormat meski sang murid mampu menang melawan gurunya dimanapun dan kapanpun. Sehebat apapun guru yang mampu dalam memahami teori pedagogi apabila dia tidak mampu menampilkan wibawa sebagai orang yang bersahaja sampai kapanpun dia akan terus berada dalam kondisi direspect oleh para muridnya. Guru yang hebat bukanlah guru yang hanya mampu mengajar dan mendidik namun mampu pula menggerakkan kesadaran akan pentingnya belajar bagi sang murid. Mampu pula mendapatkan rasa hormat yang tinggi agar dapat mengisi gelas kekosongan ilmu dan amal dari sang murid.

Sunday, October 27, 2024

Kutipan Hari ini

kaum borju menutupi kekurangan negara, pada akhirnya orang luar tidak tahu di balik hypenya sebuah negara tersembunyi penderitaan dan pemberontakan yang masih bersemayam karena ketiadaan daya para yang tertindas

Tuesday, October 1, 2024

Lendir dalam Pendidikan

Fenomena terjadi sekarang ini dalam dunia pendidikan tidak baik-baik saja. Boleh dikata namanya pelaku di sebut oknum terutama kasus seksual yang terjadi dalam dunia pendidikan baru-baru ini. Lantas mengapa namanya oknum sering muncul entah di kalangan siswa maupun guru. Pemicu awal segala kasus ini adalah nafsu dan perilaku. Memang baik tidaknya seseorang tergantung individunya namun semua hal yang menyangkut kasus seksual bisa disebut pula sebagai lendir dari dunia pendidikan. Mulai dari cerita awal mula kisah asmara remaja menjurus kepada lendir sampai kisah manipulasi kasih sayang menuju lendir. Miris kita melihat hal tersebut tetapi apa daya kita, karena nafsu yang membutakan manusia dimana nafsu menjadi imam atas akalnya terutama dalam diri seorang laki-laki. Beda dengan wanita dimana akalnya mampu mengimami nafsunya namun setelah kena manipulasi dari laki-laki nafsunya melakukan pemberontakan terhadap akal sehatnya.

Berkaca dari kasus yang terjadi saat ini, semua bukan lantaran kurangnya seseorang dekat dan paham dengan agamanya tetapi semua terjadi karena adanya normalisasi terhadap perilaku yang menyimpang terutama konsep perilaku barat yang menganggap pacaran adalah hal biasa dan lumrah. Memang dasarnya manusia memiliki cinta, memiliki keinginan untuk menjalin romansa dengan mengenal satu sama lain. Tetapi apakah hubungan seks di luar nikah di benarkan karena orang tersebut adalah pacar sendiri yang notabenenya adalah hubungan tak tentu kejelasannya. Tidak ada istilah pacaran yang sesuai tuntunan agama bahkan dalam agama samawi manapun. Orang yang pernah pacaran zaman sekarang mayoritas dipertanyakan pernahkah melakukan sesuatu yang berujung lendir, terutama di kalangan remaja. Remaja zaman sekarang mudah menyembunyikan semua itu karena kegiatan lendir seperti ciuman, seks dan sebagainya adalah sebuah privasi yang tak bisa ketahuan baik oleh orang tua maupun keluarga terdekat mereka. Perilaku romansa yang berujung lendir membuat seorang remaja merasa dirinya dewasa, bagaimana untuk menghindari hal yang tidak di inginkan adalah mengatakan tidak untuk pacaran meski banyak konsep-konsep romansa yang berseliweran di beragam media. Jangan sampai segala hal yang menyangkut romansa berujung ke urusan lendir hingga membentuk namanya generasi baru yang di sebut insan hasil hubungan di luar pernikahan. Tidakkah sama dengan zaman kebodohan yang dulu pernah ada sebelumnya.

Beralih kepada kasus tindak lendir yang melibatkan oknum guru dan siswa lebih parah ketimbang kasus sebelumnya. Peluang seorang guru besar untuk memanipulasi kesadaran siswa. Memang guru juga manusia biasa namun jangan sampai seorang guru membuang kemuliaannya hanya karena dia manusia biasa yang ingin menyalurkan keinginan hewani terhadap orang di didiknya. Seperti kata pepatah, karena setitik nila rusak susu sebelanga. Marwah kemuliaan guru telah hancur di mata masyarakat karena kasus ini, sekolah sebagai lembaga pendidikan di anggap remeh. Dari kasus kelam tersebut dunia sudah menunjukan sisi lendir dalam pendidikan. Memang hukuman pidana biasa dapat di tindak kepada pelaku yang di sebut oknum, namun multiplayer effect dari sebuah perilaku lendir dunia pendidikan akan selalu di waspadai dan di awasi. Upaya prefentif pencegahan sebenarnya perlu tidak hanya tindakan hukuman belaka kepada pelaku. Sekarang apa gunanya kode etik seorang guru kalau itu masih terjadi. Perlu bagi seorang guru merenungi kembali profesinya, kepribadiannya untuk apa, kerik lendir dunia pendidikan ini kalau bisa karena merupakan aib memalukan bagi dunia pendidikan.


Saturday, June 22, 2024

Anomali

Sebuah negeri tidak akan pernah maju apabila seluruh aspek yang dikuasai oleh penguasa banyak anomali, selama hal tersebut terus ada berapa kuat perkembangan dan kemajuan maka akan tetap di sebut kemunduran meski terlihat megah dan hebat. Anomali membuat sebuah konsep dimana segala bentuk kebijakan terlihat abu-abu, kepercayaan publik terhadap penguasa menjadi rusak bahkan sampai lembaga yang bersifat pemerintahan menjadi status minim integritas. Anomali membuat sebuah pembauran dimana hukum punya ragam celah untuk melindungi seorang yang bersalah, bahkan sampai yang dinyatakan bersalah pun bukan berarti murni bersalah karena ada pemain balik layar yang mesti dilindungi harkat dan martabatnya.

Di sebuah negeri yang penuh anomali, kalau ingin nyaman hidup wajib punya satu aspek kuat kalau tidak pintar minimal menjadi kaya dan punya jabatan, orang yang tidak dikenal pun pasti memandang saudara, sebaliknya pintar saja tanpa harta dan jabatan malah menjadikan seseorang semakin tertindas di masyarakat padahal di negeri tersebut tidak ada memiliki sistem kasta seperti negeri lain. Oleh karena itu bertahan di negeri yang penuh anomali wajib memiliki kesabaran tinggi tak punya sistem kasta keadaannya seperti memiliki kasta namun bentuknya terselubung. Kekayaan besar hanya di miliki orang yang sudah berprivilege, tidak hanya soal harta bahkan sampai ke taraf tingkat pendidikan. Bayangkan saat seseorang dilahirkan dari keluarga miskin pendidikan rendah di kalangan bawah, maka sampai tua pun tetap meneruskan generasi hal terstruktur tersebut kecil kemungkinan untuk menaikkan taraf hidupnya, orang tertentu saja yang bisa. Sebaliknya, yang berasal dari keluarga menengah ke atas mudah untuk menggapai, bahkan terkesan mudah jalan hidunya.

Wednesday, June 12, 2024

Sekulerisme dan Efek Sampingnya

Ajaran sekulerisme yang berlebihan itu tidak baik, karena merupakan bibit dari benih tinggi hati. Dalam postingan ini secara pribadi saya tidak menentang sekulerisme karena biar bagaimanapun sekulerisme tetap di perlukan hal itu menyangkut ilmu pengetahuan yang berkembang dari masa kemasa, namun jangan pula dengan adanya konsep sekulerime membuat beragam hal teokratisme ikut tergerus dimakan zaman. Dalam konsep sekulerisme segala sesuatu membutuhkan bukti empiris yang valid dan reliabel. Berbeda teokratisme yang berjalan sesuai doktrin dan keyakinan. Semuanya tetap di perlukan entah sekulerisme dan teokratisme, meski keduanya bertentangan sebenarnya keduanya masih bisa di sinkronisasi oleh orang yang benar - benar bijak dalam menyikapi sesuatu hal tersebut. Kebenaran sejati pada dasarnya tak bisa ditemukan dalam konsep sekulerisme semata, namun apalah zaman sekarang dimana sekulerisme mulai kuat mendominasi. Efek samping selanjutnya adalah bakal turunnya nilai moral etika, adab dan budaya akibat dari sekulerisme berlebihan. Mulai meredupnya kebijaksanaan sehingga kebijaksanaan dianggap barang mewah bagi orang - orang yang berpikir sekuler, padahal kebijaksanaan adalah konsep awal yang sederhana yaitu "menempatkan segala sesuatu sesuai pada tempatnya". Kebijaksanaan tidak akan bakal bisa diraih hanya dengan ilmu pengetahuan, dibutuhkan pengalaman dan pengamalan dalam membina adab dan ilmu.

Berkaca dari kejadian fenomena dimana anak smp yang berkoar-koar di sebuah video merasa bahwa mereka mendukung suatu bangsa yang sudah melanggar kemanusiaan itu sudah jadi bukti bahwa akibat mereka memahami sesuatu dengan bermodal pengetahuan, mereka merasa lebih tahu dari kebanyakan orang. Dengan terang-terangan menyatakan bahwa mereka memakan para korban kemanusiaan di sebuah restoran cepat saji pendukung bangsa penghancur. Entahlah apa maksud mereka, karena gimmick ataukah hanya sekedar candaan atau hanya sekedar minta perhatian orang. Pastinya sudah melukai perasaan orang banyak hingga yang mengutuk mereka. Apapun yang sudah menanti mereka berupa sebuah sanksi sosial, apabila memang tidak sejalan dengan orang banyak seharusnya mereka diam. Apa daya zaman sekarang semua serba rekam, bahkan momen yang tak seharusnya tampil di publik pun ikut direkam. Kembali ke pelaku di dalam video, mereka pada dasarnya orang-orang terpelajar namun tidak terdidik. Sekulerisme berlebihan itu memang banyak membentuk orang terpelajar tetapi belum tentu membentuk orang terdidik. Sekulerisme berlebihan mampu membuat seseorang merasa berpengetahuan lebih dari orang lain, haus akan ilmu pengetahuan namun minim akan kebijaksanaan.

Tuesday, February 27, 2024

Aktualisasi Diri

Sesuai dengan teori kebutuhan Maslow, "Aktualisasi diri" adalah kebutuhan puncak manusia. Aktualisasi diri sebagai kebutuhan puncak pastinya digambarkan dengan kuantitas yang sedikit, namun berbeda dengan zaman sekarang, aktualisasi diri malah menjadi acuan seseorang sebagai penunjuk perilaku narsistiknya. Seperti kata pepatah perilaku berlebihan itu tidak baik. Media sosial yang seharusnya menjadi alat malah memperalat. Banyak beragam hal terjadi terlihat di media sosial, bahkan seorang netizen pun terbentuk dari media sosial. Postingan seseorang menggambarkan sebuah maksud dari aktualisasi diri seseorang, komentar juga merupakan bentuk aktualisasi diri dari si pemberi komentar yang disebut sebagai netizen. Pada akhirnya semua akan bergerak dalam satu sistem antara postingan dan komentar untuk memperebutkan apa yang dinamakan aktualisasi diri. Sebenarnya semua itu sah-sah saja namun perlu dikoreksi apakah itu membuat kau bisa memenuhi kebutuhan hidupmu di kenyataan ataukah itu membawa mu dalam kemudharatan. Perlu direnungkan saat kita ingin memosting ataupun berkomentar, bagi yang lama bermain dalam sosial media sudah mengerti seperti apa bermain dalam apa yang dinamakan perang cyber, bagaimana cara berkomentar agar menang dalam adu argumen maupun pemahaman. Perang cyber seperti itu adalah sebuah perang urat syaraf, perang untuk memperebutkan aktualisasi diri agar disebut sebagai orang hebat. intinya setiap manusia ingin selalu eksis.

Eksis boleh, namun perilaku narsistik berlebihan sampai menimbulkan pro dan kontra secara masif sangatlah disayangkan. Seharusnya hidup digunakan untuk membangun kualitas diri malah digunakan untuk mengurusi orang lain, secara virtual lagi. Kau tak mengenal siapa dia, dalam bahasa istilah hanya ikut namanya tren. Seperti kata pembimbing saya dulu orang yang ikut-ikutan suatu hal terkesan rame susah untuk mendapatkan dirinya sendri. Artinya, dimana jati diri kita kalau hanya ikut-ikutan suatu hal yang dianggap ramai. Secara pribadi saya kembali bertanya apakah boleh saya narsis secara berlebihan? dengan penuh kesadaran diri akhirnya semua terjawab apakah perilaku narsistik merubah perekonomian saya ataukah hanya untuk kepuasan rasa bangga. Pastinya setiap orang berbeda mengungkapkan rasa gembiranya ada yang posting ada pula yang tidak terlepas semua itu sebaiknya kenali apa dampaknya. Hati manusia itu tak sama, pastinya ada yang iri ada yang mendukung atas pencapaian kita sebagai manusia.

Monday, December 25, 2023

Dua Pilihan Gila

Semakin maju dunia semakin mudah akses manusia beragam hal, semakin maju pula apa yang disebut "kegilaan". Bukannya kemajuan membuat generasi baru pintar malah membuat mereka tambah rapuh bahkan lebih rapuh dari generasi sebelumnya. Masalah kehidupan, tingkat depresi yang bertambah tinggi, kesehatan mental yang dimengerti namun tak mampu ditanggulangi itu tercermin dari generasi yang disebut Gen Z. Apakah karena sudah tersedianya kemudahan mereka mudah pula menjadi rapuh. Saking pintarnya mereka berkata dengan counter "Jangan samakan generasi sekarang dengan yang dulu". Oke, memang tidak sama, tetapi apakah mereka menjaga nilai - nilai dahulu?

Generasi Z mayoritas pada umumnya bila terkena masalah mereka lebih cenderung melarikan diri dari masalah itu, kabur dari tempat yang lama menuju tempat yang baru menurut mereka lebih baik. Mereka tak sadar padahal masalah tidak harus dihadapi dengan flight atau lari. Kebanyakan Gen Z tidak mau menghadapi masalah di tempat asal muasal masalahnya, lari atau meniadakan keberadaan dirinya di dunia adalah jalan terbaik menurut mereka. Wajar kasus depresi tinggi di generasi muda zaman sekarang, kebanyakan ilmu kurang keyakinan dan pemakaian. Ditambah dengan akses transportasi mudah seperti infrastruktur yang semakin maju, makin marak lagi nantinya kasus anak muda kabur melarikan diri entah kemana perginya. Contoh: adanya moda transportasi umum yang baru di daerah yang tidak ada kereta api atau kereta cepat sebagai sarana transportasi publik. Pastinya siap-siap saja pihak berwenang menerima laporan tentang pemuda atau pemudi yang kabur tidak diketahu kemana rimbanya.

Berdasarkan kondisi saat ini pilihan ada 2, menjadi gila atau membiarkan dunia gila. Sebagai generasi lama tentunya saya sebagai pribadi memilih membiarkan dunia yang gila daripada menjadi gila. Berkaca dari apa daya saya sebagai manusia biasa, apa kuasa saya terhadap orang sekitar saya. Saya pribadi hanya bisa menyesuaikan diri sesuai apa yang terjadi ketimbang mengendalikan atas apa yang terjadi. Sekali lagi perkataan akhir tulisan ini "Saya lebih memilih dunia gila daripada menjadi gila karena dunia"

Sunday, December 17, 2023

Hebatnya Negeri Ini

Hebatnya negeri ini penuh anomali
isi organisasi profesi seperti para politisi
pemilik profesi berasa seperti agen tanpa senjata api
gagal dicaci maki, berhasil tak dipuji
mati tak dikenali, hilangpun tak dicari

Hebatnya negeri ini penuh tantangan
viral dulu supaya dapat simpatisan
viral dulu baru dapat perhatian
apa kabar dengan kasus-kasus dalam buaian

Hebatnya negeri ini aku tak menyangka
pembela diri bisa jadi tersangka
hanya karena melawan sang pemangsa
karena tak punya angka, viral dulu solusinya

Sunday, December 3, 2023

Euforia

Euforia, perayaan terhadap suatu hal entah dari mengenang sebuah sejarah, kelahiran maupun hari-hari besar lainnya yang di anggap sakral. Pada hari guru contohnya, tidak hanya mengacu pada hari guru juga hari perayaan lainnya. Zaman milenial yang serba instan, banyaknya mayoritas generasi Z yang mulai mendominasi masyarakat hingga sekolah. Membuat kebutuhan aktualisasi diri manusia semakin besar, manusia masa lalu iri terhadap kemudahan yang hidup di zamam sekarang, meski banyak kemudahan berimbas terhadap semakin mudahnya masalah di buat bahkan sampai di buat-buat.
Euforia berlebihan bisa membuat bumerang dimana seseorang malah ingin membuat manfaat kepuasan hati malah jadi bencana yang tak terduga. tiada yang salah dengan orang yang merakan sebuah euforia hari-hari besar, tetapi kurang bijak apabila dalam euforia malah terjadi bencana tak terduga yang dibuat-buat. Bersenang - senang atas euforia boleh, berlebihan janganlah. Memang itu di adakan setahun dalam sekali, tetapi ingat terlalu larut seseorang dalam kesenangan atas euforia berlebihan kesempatan untuk mendapat peristiwa bencana tak terduga besar, secara logika saat seseorang senang dia pasti lengah. Rayakan hal sekedarnya dengan bijak, hindari larut dalam kesenangan saat perayaan cuma itu salah satu cara untuk tetap waspada dimanapun berada karena hal yang paling pasti di kehidupan adalah kematian. Bencana merupakan faktor pendekat kepastian itu sendiri, kalaupun selamat artinya masih di beri kesempatan untuk hidup.

Monday, October 30, 2023

Jalan Guruku

Seperti kata pepatah " Guru laksana gula, saat kopi tepat rasanya yang dipuji adalah kopinya, bukan gulanya. Beda lagi apabila rasanya tidak tepat maka yang disalahkan adalah gulanya". Menanggapi banyaknya postingan guru-guru muda yang baru saja menjadi guru, saya pribadi mempunyai pertanyaan sudahkah siap dengan jalan hidup guru yang laksana gula? Terkadang di balik euforia seorang guru perlu yang dinamakan perenungan sejenak dengan bertanya "sudah pantaskah saya mengemban tugas ini?" Sesungguhnya profesi guru bukanlah profesi yang bisa dianggap remeh. Oleh karena itu sebelum masuk ke euforia kebanggaan itu saya memilih jalan guru dengan keyakinan tanpa harapan namun tetap pada tujuan utama "mencerdaskan kehidupan bangsa".

Berpegang pada prinsip:
Berhasil tak dipuji
Gagal dicaci maki
Hilang tak dicari
Mati tak dikenali

Itulah jalan guru ku... menjalankan apa yang memang wajib di jalankan untuk tujuan utama.

Friday, June 2, 2023

Esensi Mengajar

Baru-baru ini dijumpai situasi tentang kisah guru yang sebegitunya terhadap murid dimana dia terbawa suasana hati hingga keguruannya dipermasalah. Contoh: ada seorang guru perempuan dikatakanlah mengajar sebuah SMA dekat dengan murid laki-lakinya. Secara kodrad lelaki dan perempuan itu tidak bisa terlalu dekat, karena manusia pasti ada khilaf. Murid dan guru juga manusia pastinya ada yang dikhawatirkan bakal melanggar norma kesusilaan bahkan di katakan bisa kebablasan dalam situasi tersebut. Oleh karena itu penting bagi guru punya dasar etika pribadi, apalagi saat berada di lingkungan sekolah. Berdasarkan konten yang di temukan di sebuah aplikasi flatform video yang bercerita kedekatan guru perempuan dan siswa hingga terjadi sebuah nuansa yang bergenre romance dapat kita ambil kesimpulan pentingnya menjaga jarak dan batasan terhadap guru dan murid.

Mengajar boleh dengan sepenuh hati bahkan itu memang di anjurkan, namun jangan sampai seorang guru terbawa hati saat mengajar siswanya apalagi sampai menimbulkan suasana yang bergenre romance. Kalau sudah itu terjadi apa kata masyarakat nantinya pentinglah kita bijak menyikapi situasi pembelajaran itu. Bila sudah memang di ambang batasnya kita hanya bisa katakan guru juga manusia. Selebihnya masyarakat yang menilai orangnya bagaimana, kalo di hujat dan di sebut oknum juga bukan salah masyarakat atau netizen. Salahnya mengapa lebih menunjukan sisi manusia kita ketimbang kembali ke esensi tujuan pendidikan itu sendiri.

Saturday, May 27, 2023

Kutipan Hari Ini

"Sekulerisme bukanlah sebuah kesesatan meskipun mampu menciptakan hal yang sesat"

Kutipan ini dibuat berdasarkan fenomena zaman sekarang. Di saat agama menjadi privasi bukan lagi identitas jati diri seseorang. Ada sebuah tempat yang kesesatannya nampak dengan menunjukan sisi sekulerismenya, dia tetap eksis sampai sekarang bahkan yang berwenang menyatakan bahwa  tempat itu bukanlah sesat. Tempat itu menyandingkan antara teologi agama yang satu dengan lainnya sehingga menimbulkan persepsi semua agama sama yang berdalih toleransi. Bukannya toleransi yang di hasilkan nyatanya malah terjadi pencampuran antara keyakinan yang satu dengan lainnya pada akhirnya membuat orang bingung terhadap keyakinan masing-masing. Padahal toleransi sebenarnya terletak di saat orang sedang melaksanakan ritual ke agamaannya terus yang berbeda agama tidak mengganggu itu sudah cukup, tidak perlu juga sampai masuk ke ranah dapur ibadahnya.

Sekulerisme adalah konsep bahwa seseorang berpedoman kepada ilmu pengetahuan dan akal. Sekulerime bisa membuat kita mengerti kemana kita mengarahkan pemahaman berdasarkan suatu hal dianggap valid dan reliable dimana kebenarannya dibuktikan melalui hasil riset. Dengan sekulerisme yang berlebihan seseorang bisa saja membelokkan sebuah ajaran yang dahulunya benar sesuai esensi pemahaman lama menjadi esensi pemahaman baru bahkan sampai menyesatkan sebuah ajaran. Sekali ajaran sesat yang terdeteksi pun tak bisa di sebut sesat karena sekulerisme mampu memberi kulit dari pemahaman tersebut. Oleh karena itu lawan dari sekulerisme adalah keyakinan yang berlandaskan rasa, karena rasa adalah sesuatu yang tidak masuk dalam akal meski sekarang banyak penelitian tentang rasa.

Monday, April 3, 2023

Kau Bukan Seorang Sufi

Ramadhan 1444 H, seseorang mengatakan "bila kau puasa berharap pahala, kau tak bisa di sebut ikhlas kepada Allah SWT". Hei tunggu dulu, yang kau katakan memang ada benarnya, tapi bijakkah kau mengatakan itu di hadapan orang-orang yang masih belajar di dasar keislamannya. Kau mengatakan seperti itu seolah - olah kau merasa benar dan berilmu nyatanya itu hanya teori belaka. Mencapai tingkat sabar saja belum bisa apalagi mencapai tingkat ikhlas. Punya banyak masalah kehidupan yang beragam saja masih bisa alami rasa dongkol, marah hingga depresi bagaimana bisa mencapai kesabaran. Memang orang sabar adalah orang yang harus siap di injak-injak atas segala permasalahan dunia namun masih jauh dari apa yang di sebut ikhlas.

Sesungguhnya mencapai tingkat ikhlas masih perlu dua tahap sebelumnya pertama adalah tahap sabar, kedua tahap syukur. Orang kalo sabar aja susahnya minta ampun menjalani apalagi bisa bersyukur. Oleh karena itu banyak orang yang tidak bersyukur itu lantaran dia tidak sabar atas keadaan yang menimpanya. Mau di beri berapapun kebaikan orang yang tidak sabar bakal jauh dari rasa syukur. Lantas kenapa dia berkata tentang keikhlasan kepada Allah dalam berpuasa padahal dia tidak sabar. Sebenarnya orang itu malas untuk berpuasa, so simpel gitu sebenarnya. Banyak manusia model beginian di temui merasa seolah mereka pintar. Oleh karena itu, kesimpulannya kita bukan sufi yang dimana kita mesti mencapai keikhlasan. Belum saatnya itu masih perlu pengalaman dan pengamalan. Kalo memang ibadah itu apapun bentuknya dapat pahala ambil aja deh tu pahala, harapin aja deh pahala kan manusia memang wajib berharap kepada Allah... Napa, mo bilang gak ikhlas ama Allah lagi...!!! iya deh ngalah, bersangka baik aja deh saya mungkin kau mau mencapai tingkatan tertinggi keimanan jadi bilang begitu...

Wednesday, July 13, 2022

Utopia

Secara ekonomi manusia pasti berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa batas meski alat pemenuh kebutuhan hidup terbatas. Banyak keinginan ini dan itu mesti terpenuhi. Dalam utopia manusia bisa mendapat apapun keinginannya tanpa batas mulai dari makan, minum, pakaian hiburan dan sebagainya. Meski semuanya terpenuhi manusia masih merasa kurang puas terhadap apa yang di miliki. Ada istilah yang sering saya diskusikan bersama orang - orang "Jika surga yang ada di akhirat benar - benar nyata di dunia ini melayani manusia segalanya pastinya manusia akan mencari lagi surga melebihi surga yang ada". Oleh karena itu surga sebenarnya tercipta dari orang yang mau mensyukuri dan menikmati hasil yang dia raih dari perjuangan hidupnya.

Thursday, May 19, 2022

Adab dan Ilmu

Sebagai anak muda penting untuk mendahulukan adab ketimbang ilmu, karena orang beradab pasti akan mendapat ilmu daripada orang berilmu namun tak beradab. Ini cerita dari awal masa muda dimana dapat di sadari bahwa penulis dulu adalah orang yang tak beradab namun berilmu. Sebelum menjadi orang yang memahami apa itu adab, tidak peduli orang yang lebih tua semuanya berontak. Kemampuan bersosialisasi dengan orang lain pun menjadi lemah bahkan hingga menjadi orang yang di sebut sebagai orang tak mampu berinteraksi dengan orang lain. Sebagai orang yang tak beradab dulunya berpresepsi kesombongan di dalam diri ada. Pada akhirnya saat perilaku tersebut masih maka hasilnya di akhir tidaklah baik, banyak tekanan yang di terima dalam kehidupan hingga akhirnya muncul beragam masalah kehidupan yang baru tiada akhir dengan ujung sebuah penderitaan.

Pada masa sekarang, untuk memperbaiki tatanan kehidupan berdasarkan pengalaman yang terjadi dapat di simpulkan bahwa ilmu tidaklah menjadi penting apabila tanpa adab. Contoh: kepada yang lebih tua terutama orang tua sebaiknya tidak membantah apapun penyampaiannya kepada kita, apabila beliau salah sebaiknya di simak namun bila benar sebaiknya di teladani. Tidak diperkenankan membantah, karena orang yang membantah kepada orang yang lebih tua adalah termasuk tindakan biadab. Perbanyaklah mendengar dan menyimak karena perlu untuk tidak tebawa emosi dalam sebuah pergerakan, emosi dapat digunakan dengan bijak saat orang mengerjakan sebuah hal yang bersifat seni bukan perilaku. Emosi hanya bijak digunakan saat berempati menolong orang dalam kebaikan, bukan menanggapi sebuah penyampaian orang yang bersifat emosional.

Sebanyak apapun ilmu selama adab masih minim, tak akan membuatmu menjadi manusia yang hebat. Semua itu malah menjadikan mu manusia yang banyak teori namun seperti tak berilmu. Kebanyakan ilmu membuat manusia penuh kesombongan dan keangkuhan. Kita selalu ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Sebanyak apapun ilmu masih ada orang di atas kita.