Search This Blog

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Saturday, July 9, 2011

Sesuatu telah Terjadi karena Ketidakhati-hatian

Mungkin ada yang bertanya apa maksud dari judul di atas. Namun bukannya maksud untuk menyindir seseorang tetapi itulah faktanya sebagai atas pembelajaran apa yang telah terjadi. Sesuatu yang tak dapat disebutkan secara terperinci. Namun, karena sudah ku ketahui dengan pasti untuk apa kuceritakan lagi.

Pada intinya hanya satu, silakan bermain api. Silakan pula menikmati segalanya, berbuat sesukanya. Tetapi yang pasti apa yang dinamakan pertanggung jawaban atas apa yang diperbuat dan apa yang dilakukan pasti ada balasan atas keinginan yang memperbuat. Hukum yang berlaku memang nyata. Kita juga nyata dan ada, namun kenyataan dan keberadaan bukan wujud kita.

Apapun konsukuensinya memang dipastikan alam dunia yang nyata ini berlaku hukum sebab-akibat. Namun, bukan lantaran sebab akibat itu terjadi, melainkan takdir dari akibat itu sendiri. Katakan memang persoalan ini rumit, namun tak terlalu rumit bagi yang sudah mengerti. Bila kita memang tak mengerti atas apa yang ditulis ini. Biarlah atas takdir jualah kita mengerti. Berserahlah tetapi jangan menyerah.

Sunday, June 5, 2011

My Choice

Pada saat ini sudah waktunya untuk memulai menata ulang kehidupan untuk menaiki satu anak tangga kehidupan. Membentuk sebuah jati diri sesungguhnya meski hati dibolak-balikkan oleh keadaan sendiri. Memang untuk diminta menunggu seminggu lagi. Namun, tekad ini sudah bulat untuk menentukan saat terakhir berada pada posisi ini. Memang tak ada namanya paksaan untuk menentukan sebuah pilihan, namun maksud tersembunyi dari keadaan tetap menginginkan sebuah posisi untuk menunggu lagi.

Sekarang bukan saatnya lagi untuk menunggu karena sudah lama menunggu, jikalau bisa pada saat ini pun ku lepas seluruh keterikatan atas keadaan yang ada. Selama ini ku merasa bediri di kaki orang lain dan menjadi tangan kanan orang lain. Namun karena sudah pada waktu AKU maka dengan niat yang tulus dan tekad yang bulat ku putuskan untuk tidak menunggu dan bertindak demi menapaki anak tangga selanjutnya dengan kaki sendiri dan menjadi diri sendiri. Keputusan mutlak ini tak akan pernah berubah karena segalanya memang perencanaan matang secara singkronisasi antara pikiran dan perasaan.

Sudah saatnya untuk menjalani rencana kehidupan yang selanjutnya, demi kehidupan yang lebih baik. Tak peduli sebesar apapun beban kehidupan yang dipikul pada kehidupan selanjutnya. Aku percaya atas jati diri ini yang sudah ada namun belum terbentuk secara nyata. Semakin besar beban yang di pikul lebih besar pula kekuatan yang di miliki untuk memikul beban. Sebenarnya itu bukanlah beban, namun tantangan yang harus dihadapi pada kehidupan nyata yang bersifat sementara ini. Dengan hati nurani yang suci atas nama Nya ku nyatakan sesungguhnya AKU siap.

Terserah apa yang dikata orang lain di kemudian hari saat berada di persimpangan kehidupan ini. Terserah apa kata orang dibelakang namun bagaimana pun ku tetap menatap ke depan. Biar bagi orang lain itu sulit, yang terpenting tak pernah diri ini untuk menyalahkan apa kata orang lain. Namun, tak pula ku benarkan apa kata orang lain kecuali dengan sebuah bukti di mana di kala aku dapat menjadi diri sendiri untuk membuktikan kebenaran atas DIRI yang sebenarnya. AKU adalah AKU tak ada seseorang kan merayuku bila sudah tiba pada waktu KU. Meski rintangan datang menghadang AKU akan terus menerjang dengan MENATAP KE DEPAN.

Ini bukanlah soal atas sikap keras kepala pada diri ini. Melainkan sebuah komitmen yang di janjikan diri terhadap pendirian diri sebagai bagian dari pembelajaran atas pembentukan jati diri yang sesungguhnya. Pernyataan dari gaib yang selama ini diimpikan. Sebuah penataaan ulang kehidupan agar dapat mengambil inti pengenalan sifat bijak dari Yang Maha Bijaksana. Masih banyak yang harus di buktikan pada kehidupan ini. Lepaskan semua ikatan lahir maupun bathin kehidupan ini. Mengawali semua ini dimulai dari kosong agar dapat menyatakan bahwa tegaknya berdiri jati diri ini dengan apa adanya.

Monday, May 30, 2011

Percayalah Memang Itulah yang Terbaik

Dimulai dari sebuah apa yang sering dibuat oleh setiap orang pada status melalui situs jejaring sosial di dunia maya ini. Terlihat oleh ku bagaimana mereka semua memberikan kabar berita dengan berbagai-bagai suasana. Ada sebuah kabar berita yang membuat diri ini ingin menulis sesuatu pandangan diri ini atas apa yang mereka semua tulis pada kabar berita itu. Sesuatu itu adalah sebuah keluhan, karena berdasarkan pengamatan yang di lakukan banyak orang yang mengeluhkan keaadan dirinya melaui situs jejaring sosial. Entah apa maksud mereka itu memberitahukan kabar berita yang bersifat sebuah keluhan, namun inilah jawabnya atas segala keluhan yang kalian miliki dalam kehidupan ini.

Banyak orang berkata 'hidup tak mudah', 'Tuhan tahu yang terbaik mengapa selalu diberikan sebuah keburukan', ini itu dan sebagainya. Sesungguhnya keluhan itulah yang sebenarnya limiting belief , yaitu sebuah kepercayaan dimana seseorang merasa ia tak mungkin menyelesaikan masalahnya. Semakin seseorang mengeluh dalam kehidupannya, semakin sempit kehidupannya. ketahuilah sesungguhnya sebenarnya kita semua mampu menghadapi permasalahan kita, namun karena sebuah keluhan kita masalah yang dihadapi akan menjadi semakin rumit. Mengapa itu terjadi? Jawabnya adalah karena di kala seseorang dalam keaadan terpuruk kebanyakan ia tak mau berserah tetapi malah menyerah.

Begitu pula orang yang merasa mampu menghadapi masalahnya, ia terus berusaha dan berdoa. Hingga usaha dan doa dilakukannya tak membuahkan hasil yang setimpal. Pada akhirnya ia kecewa dan menyerah. Ia mengeluhkan dirinya bahwa ia sudah berusaha dan berdoa namun kenapa ia tak bisa menjadi apa yang ia inginkan. Hingga akhirnya ia mencari jalan pintas yang lebih menyesatkan daripada sebelumnya. Itu pula terjadi karena ia tidak mau berserah pula, ia beranggapan lantaran doa dan usahanya ia dapat mencapai apa yang diinginkannya hingga akhirnya kecewa karena takdir yang berkata lain.

Ketahuilah sesungguhnya doa dan usaha tak menjamin seseorang mendapatkan apa yang ia inginkan. Karena doa dan usaha hanyalah sebuah kulit tanpa isi bila tiadanya rasa untuk berserah diri. Berserah itu bukanlah menyerah, berserah adalah kita menjalani doa dan usaha dengan percaya akan hasil yang terbaik. Di saat hasilnya tak sesuai apa yang diharapkan kita tetap beranggapan bahwa itulah yang terbaik. Meski terlihat buruk sekalipun, karena sesungguhnya dengan sangka baik kita dapat mengambil sebuah pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. Orang sukses bukanlah orang yang memiliki banyak materi. Orang suskses adalah orang yang mau berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari dengan percaya terhadap hari baik yang selanjutnya.

Memang sulit untuk menerima kenyataan yang buruk bahkan yang terburuk sekalipun, namun kendalikanlah semua itu dengan perasaan dan pikiran melalui jiwa yang tenang. Untuk pengendalian sebuah pemikiran diperlukan perasaan begitu pula sebaliknya untuk mengendalikan sebuah perasaan diperlukan sebuah pemikiran dan untuk singkronisasi antara keduanya hanyalah dapat dilakukan dengan jiwa yang tenang di kala keadaan relaks pada sebuah kedudukan di mana kita memiliki rasa dan pemikiran yang saling memiliki tujuan yang sama.

Gantilah kata 'tidak bisa' itu menjadi sebuah kata yaitu 'belum memahami' lalu berusahalah untuk memahaminya. Belajarlah langsung dari apa yang telah terjadi karena takdir yang telah terjadi merupakan Guru Besar yang memberikan bimbingan hidup sesungguhnya. Ketahuliah sesungguhnya 'hidup itu mudah saat dipermudah sulit saat merasa sulit di kala menerima kesulitan', kuncinya hanyalah pada pengendalian. Ambilah sebuah nikmat yang kecil pada penderitaan, kalikanlah nikmat itu kepada dunia dengan menciptakan keaadan nyaman pada diri sendiri secara bathin meski kenyataannya memang pahit. Cobalah untuk menyatakan rasa nyaman yang ada di sisi dalam hidup ini ke sisi luar kehidupan hingga akhirnya dapat  terjadi keaadan yang membaik secara berangsur-angsur. Kalikan terus keadaan nyaman itu sedikit demi sedikit dengan rasa syukur atas nikmat bahwa kita masih dapat hidup. Sesungguhnya nikmat kehidupan itu lebih besar dibandingkan masalah itu sendiri.

Jadi, jikalau sudah mengerti hal itu masihkah ada keluhan pada diri ini? Betapa ruginya diri ini saat mengeluh, betapa menyedihkannya dunia ini laksana neraka sebelum neraka saat engkau kufur. Betapa nikmatnya surga dunia ini saat engkau bersyukur, karena surga hanyalah tempat bagi orang yang banyak bersyukur. Indahnya hidup ini di saat kita merasa inilah yang terbaik. Nyatakanlah keaadaan baik pada bathin ini dengan ikhlas atas apa yang telah terjadi. Semoga yang terbaik selalu menyertai kehidupan ini, ku berserah atas kebaikan ini demi hari yang lebih baik lagi.

Salam kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

Saturday, May 28, 2011

Sebuah Kompetensi Menjemput Cinta Sejati

Cerita tentang seorang anak manusia. Cerita cinta masa lalu yang mengalami kegagalan. Cerita cinta sekarang yang menjalani persaingan berat dalam kehidupan cintanya. Namun dia percaya, 'Cerita cinta masa depan sesungguhnya adalah Cinta Sejatinya'.

Sebuah kisah nyata di mana seorang anak manusia yang menjalani kehidupan cinta yang penuh jalan kegagalan. Namun, kegagalan baginya bukanlah sebuah kegagalan melainkan pembelajaran atas dirinya akan cinta sejatinya. Memang apa yang dikatakan cinta masih tetap hal yang rumit dalam hidupnya. Bahkan dalam hidupnya tak pernah ada istilah pacaran. Kegagalan yang disebabkan cinta bertepuk sebelah tangan hingga tentang orang ketiga.

Ikhlaskan hati ini di kala cinta itu bertepuk sebelah tangan. Ridhalah diri ini cerita tentang orang ketiga. Namun, sebelum janur kuning melengkung tiada salahnya dia berusaha menjemput cinta sejatinya. Dia ikut dalam kompetensi ini, meski gurunya sendiri tak mensupportnya. Laksana murid biasa dengan seorang guru yang mendukung murid teladan.

Sebagai murid biasa dia berusaha membuktikan dirinya bahwa ia bisa seperti murid lain yang di idamkan gurunya. Dia percaya akan cinta sejatinya. Baginya kemenangan atas kompetensi ini bukanlah yang terpenting, namun ia ingin membuktikan bahwa ia termasuk murid yang kompeten. Ia percaya kompetensi ini dapat dimenangkan. Hingga kemenangan bukanlah tujuan, menjadi lebih baik itulah tujuan yang sesungguhnya.

Sesungguhnya segala ketentuan itu adalah Haq Nya. Selama janur kuning belum melengkung, selama itu pula kompetensi akan perjuangan cinta itu berjalan. Bukan soal merebut hak milik orang lain, melainkan demi mendapatkan cinta sejati. Jikalau sampai pada saatnya takdir jualah yang menentukan.

Menang atau kalah bukanlah tujuan atau penghindaran melainkan seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan yang terbaik. Percayalah kau dapat menjemput cinta sejatimu dan memenangkannya.

Wednesday, May 18, 2011

Menggapai Cinta yang HAQ

Cinta... Apa sesungguhnya cinta itu? Kemanakah arah tujuanya? Banyak orang yang dilanda cinta kepada lawan jenisnya. Tiada satupun manusia yang lepas dari kata cinta. Indah nya cinta. Namun apakah semua itu benar? Sedangkan banyak yang diperdaya oleh hawa nafsu yang meng atas namakan cinta. Itukah cinta yang suci, betapa ternodanya cinta itu akibat ulah nafsu. Wahai Haq berikanlah sebuah cinta yang suci sebenar benarnya cinta dari Yang Maha Esa. Sesungguhnya ku berserah sepenuhnya padamu atas nama Cinta yang HAQ.

Sesungguhnya ketahuilah Cinta yang HAQ tiada rasa memiliki. Meski banyak yang beranggapan 'Mustahil cinta itu tiada ada rasa memiliki, mustahil manusia mencintai namun menyiksa diri, mustahil ini itu dan sebagainya....'. Bagiku semua itu terserah apa kata diri mu, rasa antara kita berbeda. Rasa adalah rahasia kita, ketahuilah hanya diri masing-masing yang tahu seperti apa rasa yang terdalam atas diri lainya. Apakah pantas kita saling pengaruhi, tak sadarkah ego kita masing-masing sudah bicara. Marilah kita saling mengingatkan satu sama lain sebagai pertimbangan namun yang dapat mengambil sebuah keputusan hanya pada 'back to real self...'

Sebuah alasan mengapa Cinta yang Haq disebutkan tiada rasa memililiki?

Ketahuilah bahwa semua itu sudah memiliki, ketahuilah sesungguhnya Cinta yang Haq adalah perasaan cinta yang terpelihara yang tiada ada batasnya. Hingga akhir puncaknya itulah Jodohnya. Setiap mahluk diciptakan berpasang-pasangan, namun betapa malunya bagian tubuh yang zahir ini menyentuh sesuatu yang bukan Haq-nya. Dimanakah hati nurani mu? Betapa hebatnya musuhmu yaitu nafsumu. Itu semua salahmu karena dirimu tak mampu mengenali musuhmu dan mengendalikannya. Kuasailah musuhmu itu agar ia menjadi budak mu dan bukan sebaliknya.

Monday, December 27, 2010

Apalah Artinya Semua Itu

Apalah artinya semua itu...??? Berkali-kali perasaan ini goyah berkali-kali pula Engkau mengingatkanku tentang semua itu wahai Tuhanku. Sekarang aku sadar kenapa selama ini kehidupanku selalu mengalami kegagalan cinta. Padahal aku memang niat untuk setia kepada kekasih hatiku. Kenapa wahai Tuhan engkau tak mau dekatkan aku dengan orang yang ku sukai. Apakah keterakuanku atas Dirimu itu besar sehingga diri ini kau kehendaki sebuah hal yang saling bertentangan satu sama lain. Antara perkara lahir dan bathin.


Jikalau ini memang benar kehendak Mu diri ini ridha atas segalanya, tetapi jikalau ini bagian kekhilafan ku atas apa yang dinamakan keterakuan pada diri ini maka dengan mohon ampun ku bertobat. Meski tobat ini tak mampu pula menutupi kesalahanku maka kumohon keridhaan Mu. Ku berserah pada Mu atas segala kehidupan ku. Jikalau memang begitu terserahlah sekarang apa mau Mu.

Ku percaya segala apa yang menjadi keputusan Mu itulah yang terbaik. Ku percaya diriku adalah bagian dari Mu meski ku tak harus mengaku AKU. Ku percaya setiap sesuatu yang terjadi adalah nikmat entah baik atau buruk menurut pandangan orang awam. Pada malam ini ku tulis perjalanan hidup seorang anak manusia akan kegagalan cintanya. Meskipun ia gagal dalam cintanya ia akan berusaha untuk terus mengenal cinta sejatinya. Cinta sesungguhnya dari yang nyata hingga terlalu nyata sampai tak bisa di ungkap oleh kata-kata. Yang tak dapat tertulis dan bersuara.

Mungkin aku memang diciptakan untuk tidak terlalu mencintai perhiasan dunia Mu. Terimakasih engkau telah membimbing diri ini agar benar - benar dapat Mahabbah kepada Mu. Terima Kasih pula atas keridhaan diri ini menerima rasa dalam rahasia. Ku percaya segala ketentuan Mu adalah yang terbaik. Kuserahkan semua keinginan ku pada Mu. Karena daya dan upaya hanya pada Mu. Sungguh rasa syukur ku pada Mu atas adanya perasaan cinta ini, perasaan cinta yang wajar yang dimiliki setiap insan. Semoga rasa cinta ini merupakan rasa seorang insan kamil yang tak takut kehilangan atas perhiasan dunia. Rasa yang berserah kepada yang Maha Tahu atas segalanya.

Pada saat ini kutulis harapan yang benar nyata adanya. Kunyatakan harapan itu senyata-nyatanya atas kehendak Yang Maha Nyata.